Halaman

    Social Items

Rabu, 14 Januari 2009, pagi hari

Pagi itu atmosphere kampus sangat tenang. Biasa, musim-musim ujian. Semua berkonsentrasi penuh, dari mulai membaca fotokopian, sibuk berdoa, sampai ngapalin materi sambil bengong didepan kelas(nunggu dapat wangsit kali, hehe..). Atau kalau modalnya pas-pasan, yang dilakukan adalah duduk didepan pintu gerbang, menunggu pinjeman fotokopian datang. Biar dikata cowok gak modal, yang penting ujian lancar.

"Open book, hah? masa sih? Yang bener??", tiba-tiba suara gelisah dengan logat banyumas yang kental mengganggu ketenangan pagi itu. Dari lima orang yang duduk di bangku panjang depan ruang satu, Latip tiba-tiba berteriak dengan muka panik. Demi mendengar bahwa ujian STATER yang terkenal sulit, ternyata open book. Kata-kata bernada gelisah, keluar tak beraturan sambil berjalan bolak-balik layaknya setrika berkekuatan super. Masalahnya sebenarnya bukan open booknya, tetapi materi untuk di opennya yang tidak ada. Setelah berdiskusi singkat, akhirnya Latip melesat ke fotokopian untuk membajak materi.

..... tengah hari

"Gmn tip? tadi bisa ngerjainnya?", hufron bertanya sambil cengengesan gak jelas.
"Asem, sudah motokopi malah waktunya habis untuk mbolak-balik fotokopian nyari jawaban. percuma saja motokopi", dengan muka ditekuk lima belas, latip menjawab asal-asalan.
"Pokoknya ujian rampung kita pergi ke Cikakak, Harus".
"Kenapa harus ke Cikakak?, aku menyela pembicaraan.
"Ketemu saudara tua."

Kamis 15 Januari 2009, lagi ngumpul2 di kampus

"Kita ke Cikakaknya hari jumat saja ya? Hari Sabtu cewekku balik. Ketemuan dong!", ucap hufron sambil menghisap rokoknya.
Aku hanya mengiyakan singkat sambil bersungut-sungut.
"Tapi kumpul di tempatku Fron".

Jumat 16 januari 2009, Pagi Hari

Dengan keterampilan bak cleaning service profesional, aku selaku tuan rumah membersihkan area transit. dari mulai kolam ikan di depan rumah, sampai kolong meja di ruang tamu, semua dibersihkan tak ketinggalan barang secentipun. Makanan pun sudah disiapkan.

Latip mengkontak anak-anak, konfirmasi acara. Jadi apa nggak, soalnya dia baru bangun. Semua anak di call, dari mulai aku, hufron, Novi, sampai Vita. Bahkan Andy juga ikutan ditelpon, tapi yang terakhir ini menjawab sambil berbisik lirih, "Sorry bro, aku lagi mencret!!!".

Waktu sudah lebih dari jadwal yang disepakati, jam 8. Novi sudah di Ajibarang, tapi lagi ngubek-ubek Kracak, nyari rumahnya Vita. Latip sudah tancap gas dari rumahnya. Setelah semua ngumpul, tinggal nunggu Hufron belum datang. Latip langsung mengeluarkan HP bututnya, panggilan dialamatkan ke tujuan. Informasi terbaru, Hufron lagi nganter Bapaknya ke Rumah Sakit, check up. Jadinya kita nunggu, sampai siang sebelum Jumatan.

.......... siang hari, sebelum jumatan

Setelah membayar tiket seribu rupiah kali lima, kami bergegas masuk ke wilayah Masjid Saka Tunggal. Motor kami parkirkan di sekitar Masjid yang memang dikhususkan untuk parkiran. Setelah melihat-lihat sekenanya, kami duduk di gazebo yang disediakan untuk pengunjung.

Komplek Masjid Saka Tunggal memang sepi, disekitar masjid hanya berdiri beberapa rumah yang jaraknya berjauhan. Wilayah yang menjadi situs budaya sekaligus tujuan wisata ini, biasanya akan ramai jika liburan tiba, banyak anak-anak sekolah yang menghabiskan waktu disitu. Atau jika ada acara budaya khusus di sekitar komplek makam pendiri Masjid, masyarakat secara otomatis akan berdatangan ikut memeriahkan. Dan biasanya kalau terdengar ada pengunjung yang datang, monyet-monyet di bukit Jojog Telu akan turun mendekati pengunjung. Tapi hari itu sepi, kera-kera tidak kelihatan satu ekor-pun. Jadi kita hanya duduk-duduk sambil makan kacang yang tadinya kita beli untuk si monyet.

Sambil ngobrol ngalor ngidul kami duduk-duduk santai. Dan ternyata kami menjumpai fakta mengerikan, bahwa ternyata kita lebih rakus daripada monyet. Bayangkan saja, kacang yang sengaja kita alokasikan untuk dikasih monyet kita sikat habis, tinggal beberapa bungkus saja. Tapi seperti kata Latip, ah biarin saja.

......... siang hari

Hari itu adalah hari Jumat. Demi mempertahankan image remaja yang alim dan beragama maka kami melesat ke Masjid Saka Tunggal. Setelah mengambil air wudlu, kami masuk ke dalam masjid. Tampak sebuah saka kokoh di tengah masjid. Menurut informasi yang kami dapat, saka itu terbuat dari jati dan sudah berumur lebih dari 700 tahun. Nama masjid itu sebenarnya adalah Masjid Baitussalam, tetapi terkenal dengan nama masjid saka tunggal. ya karena saka di tengah itu. Oleh karena itu kami sangat menganjurkan membuat rumah dengan saka ditengah. Mungkin tujuh ratus tahun mendatang bisa terkenal, dengan sebutan rumah saka tunggal . minimal terkenal gilanya lah hehe...

Jamaah jumat mulai berdatangan. Sholawatan mulai dilantunkan. Syahdu sekali dengan logat-logat jawa kental. Ditambah tanpa pengeras suara, menambah nikmat sholat jumat di masjid saka tunggal. Latip yang duduk disampingku hanya cengar-cengir bingung. maklum baru kali ini dia mendengar sholawatan versi jawa. Dulu waktu mondok di Lirboyo mungkin nggak ada sholawatan logat jawa. Berarti ini merupakan pengalaman pertama. Dan biasanya, pengalaman pertama sangat menggoda. Selanjutnya, ah biasa.

Selesai sholat jumat kami duduk-duduk lagi. Tetapi Latip tambah gelisah. Harap dimengerti, cita-citanya adalah ketemu saudara tua di sini. Tapi yang dicari malah ngumpet di hutan belakang masjid. Dengan kemampuan melobi yang luar biasa, Latip akhirnya berhasil membawa seorang penduduk untuk memanggil monyet-monyet itu. Sebentar kemudian, ratusan monyet-monyet itu berteriak-teriak sambil lompat-lompat jumpalitan nggak jelas. Merubungi kami di parkiran. Persis kayak Sun Go Kong dalam film kera sakti.

Beberapa bungkus kacang yang masih tersisa akhirnya kami lemparkan. Rebutan seru terjadi dalam rombongan kera itu. Yang besar mengalahkan yang kecil. Yang kecil biasanya menunggu sisa-sisa yang luput dari pengawasan monyet besar. Hukum rimba terjadi, siapa yang kuat dia makan lebih. Akhirnya Latip membeli beberapa bungkus kacang lagi. Seperti yang selalu dikatakannya. kasihan, nggak tega!!! Tapi dasar monyet yang tidak mengenal etika. Kadang-kadang kacang masih ditangan langsung saja disambar. Hufron yang lagi ngasih makan, langsung lari kocar-kacir gara-gara disambangi pimpinan monyet. Vita yang berdiri di sampingnya, hanya diam sambil merem-melek plus berteriak-teriak di tempat, alias kamitenggengen. Sementara itu Novi sudah siap dengan persenjataan lengkapnya, tas multifungsi. Bisa digunakan untuk mengusir monyet. Tak lupa tameng organik, yaitu tubuh kurusnya Latif yang bisa dikorbankan setiap saat.

Sebenarnya monyet-monyet itu sudah terbiasa berinteraksi dengan manusia. Dalam data pemerintah desa, belum pernah ada kasus penyerangan oleh kera kepada manusia. Tetapi bagi yang tidak biasa, bahasa monyet ternyata mengerikan juga. Teriakan-teriakan dan gerak-gerik kera lumayan membuat deg-deg serr. Jadi klaim tak kenal maka tak sayang ternyata terbukti. Setelah puas tertawa-tawa plus takut juga, kami memutuskan untuk pulang. Monyet-monyet yang tadi turun pun tinggal satu-dua. Dan Novi masih suka berteriak-teriak kalau ada beberapa sisa monyet mendekati gazebo kami.

Bunyi burung sore mulai menyemarakan kompleks Masjid Saka Tunggal. Monyet-monyet itu sudah kembali ke hutan dibelakang Masjid. Taman kera kembali sepi, tapi Masjid Saka Tunggal tetap ramai dengan suara sholawat yang terus bergema sampai ke atas bukit. Kami memutuskan untuk pulang.

Sehari di Cikakak, Menengok Taman Kera

Ramadhan belum lagi usai. Tetapi ucapan selamat lebaran lewat sms sudah banyak yang masuk. Bermula dari tanggal 30 September jam 1 pagi, sampai saya menulis ini. Sms-sms itu belum juga berhenti.

Fenomena memberi ucapan lewat sms memang bukan fenomena yang baru. Sejak telepon selular menyerbu pelosok -pelosok kampung. Sms menjadi salah satu alternatif media untuk berkomunikasi. Termasuk silaturahmi di hari raya, entah itu lebaran atau natal, atau hari raya yang lain. Hanya saja lebaran kali ini, jumlah dan intensitas seseorang "bersilaturahmi" lewat sms, meningkat tajam. Paling tidak itu yang aku rasakan.

Aku sendiri mendapatkan tidak kurang 37 sms yang berisi ucapan selamat hari raya. Sangat jauh meningkat dibandingkan lebaran-lebaran sebelumnya, yang hanya berkisar dibawah 20 sms.

Penurunan tarif telepon sangat mungkin menjadi penarik yang sangat mujarab bagi masyarakat untuk ber-sms ria. Dengan tarif telepon dan harga Telepon selular yang semakin murah, pola komunikasi masyarakat berangsur-angsur mulai berubah. Dari pola komunikasi langsung yang biasanya harus bertatap muka, saat ini cukup bisa diwakili dengan telepon.

Perubahan pola komunikasi tersebut jelas mengubah banyak hal. Dari mulai maraknya trend maaf-maafan sebelum puasa, yang sebelumnya hanya waktu lebaran, sekarang sebelum puasa pun, orang-orang sudah mengirim sms permohonan maaf. Sampai silaturahmi yang dulu dimaknai secara langsung atau harus bertatap muka dan berjabat tangan, sekarang bisa diwakilkan dengan sms. Bahkan tetangga dekat-pun ikut-ikutan mengirimkan ucapan lewat sms. Padahal jaraknya hanya lima menit jalan kaki.

Walaupun begitu, ada hal menarik dari trend ber-sms itu. Menulis! Banyak kata-kata menarik yang masuk ke inbok saya, dan seringkali membuat saya berpikir. Bisa juga si ini nulis atau tulisannya si itu bagus juga, keren! Dan banyak lagi yang lain.

Salah satu yang paling unik adalah smsnya Mepi. Sangat unik karena sangat bercita rasa melayu. dengan model pantunnya, ucapannya sangat menarik. Tidak salah kalau saya memilihnya sebagai sms ter-unik. Kemudian ada juga yang aneh lagi, karena menggunakan bahasa jawa. Dari Akmari - anak paguyangan-, hanya saja logatnya wetan. Padahal logat Banyumas beda dengan logat wetan, tapi tetap menarik. Yang sangat saya hargai, sms dari Becca dan Vivit. Karena keduanya adalah teman saya yang non-muslim, tapi menunjukan toleransi yang tinggi. Dan tak ketinggalan sms paling singkat, Era dan Hufron menjadi pemenangnya. Dan yang lain, masih dengan bahasa telenovela yang mendayu-dayu. Tapi tidak masalah, yang penting kita tetap menulis, walaupun lewat sms, toh sama saja hanya medianya yang berbeda. Ayo sms, ayo menulis!!

Dokumentasi sms yang masuk ke inbok saya, saya urutkan sesuai waktu pengiriman:

Bambang, 30-09 / 01.54
Smua yang tulus terungkap dari kehampaan, berpaling dalam sebuah keagungan menatap di surga kehidupan. membawa semerbak harum kesucian dan kembali kepada kehidupan yang fitri. Selamat lebaran 1429 H. Mohon maaf

loe-loe, 30-9 / 04.04
"Ulurkan tangan sambut kebahagiaan, untaian kata ikatkan persaudaraan dan jalin kebersamaan dengan setulus hati". Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir batin. Lulu F. Hd

Dian Zarkasih, 30-9 / 04.07
Smua yang tulus terungkap dari kehampaan, berpaling dalam sebuah keagungan menatap di surga kehidupan. membawa semerbak harum kesucian dan kembali kepada kehidupan yang fitri. Selamat lebaran 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin

Mietha, 30-9 / 05.19
Sepercik air, penghapus dosa. Seberkas cahaya, menerangi kegelapan.Sebait kata, penyambung makna. Seuntai maaf penghapus dosa. Minal aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan bathin..

Bitha, 30-9 / 06.56
Tak ada kejahatan abadi dalam sifat manusia.tak ada yang tak dapat diubah dengan kesadaran, niat baik, serta tindakan.Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir batin. Bitha..

Fee 3, 30-9 / 13.04
Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Taqobalallohu mina waminkum.. Maaf atas segala salah dan khilaf, baik sengaja maupun tidak disengaja... Semoga kita semua diampuni serta senantiasa dijauhkan dari segala dosa dan kita bisa selalu menjaga tali silaturahmi... Amin ya robbal'alamien...^_^ [Fitri dan Keluarga]

Toif, 30-9 / 18.26
Setelah sebulan foreplay dengan puasa, kita kembali pada fitrahNya,, tiada sempurna ejakulasi hujrahku, tanpa oralmaaf dirimu, saudaraqu. Met lebaran ya, maaf Lahir batin..

Lilis jingkang, 30-9 / 18.36
Sejak terdengarnya takbir di malam lebaran ne, Semua kesalahan dan dosa-dosa dirimu dah lilis maafin, begitu juga lilis minta agar kesalahan dan dosa-dosa lilis kalian maapin. Minal Aidzin walfaidzin. 9bu

Ilaper nih, 30-9 / 19.03
Ila dan keluarga mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Ila Navilah
*_*

Andy sos, 30-9 / 20.13
Taqobalallohu mina waminkum minal Aidin wal faidzin. Met Idul V3, M@@f Lahir dan B@thin.

Meifita, 30-9 / 21.26
Berharap padi dalam lesung, yang ada hanya rumpun jerami. Harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang sms ini.
Selamat Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin juga ya? meifita

Hufron, 30-9 / 21.46
Minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin

+6281229955xx, 30-9 / 23.50
Badha maning, njaluk ngapura maning, kabeh uprus sing nglarani, kabeh gemagus sing tek lakoni. Lahir dan batin njaluk ngapurane. Ahfas, bojo karo anak loro

Becca, 01.10 / 01.39
Hai pren. Met Lebaran...! Maap Lahir Batin yaw..

Vivit, 01.10 / 03.07
Hidup itu cuma bentar...
Bentar happy,
Bentar sedih,
Bentar marah,
Bentar berantem,
Bentar b kan,
Eits... bentar lagi Lebaran. Mohon maaf lahir dan batin yaa...

Akmari pgygn, 01.10 / 03.51
..Juminten nggelar kloso, dodol kupat ngarepe gapuro.. meniko dinten sampun rampung puoso, menawi lepat kulo nyuwun ngapuro.. sugeng riyadi 1 Syawal 14239 H

Arienz , 01.10 / 05.47
Happy ied Fitr. May Alloh make us belong to those who are happy n win. Taqobalallohu minna waminkum, kullu amin wa antum bi khair. Maaf lahir+batin ya [d'zahra n fam]

Kesti , 01.10 / 07.04
Keletihan hati dan kekaburan hidup, membekukan kita pada ketidaktahuan. membawa kita pada ucap dan sikap yang salah. Minal aidzin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari Raya Idul Fitri 1429 H.

Lik rokhati, 01.10 / 08.00
SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI, MOHON MAAF LAHIR & BATIN. Utk keluargaku yang dirumah, aku minta maaf atas segala kesalahanku yang disengaja maupun tidak disengaja, moga salahku dingampura ya?

Ro-fiktif , 01.10 / 08.10
Atas nama pribadi dan organisasi, mengucapkan selamat Idul Fitri 1429 H. Taqobalallohu minna waminkum, minal 'aidin wal faidzin. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah [Rofik-PC IPNU Bms]

Toin , 01.10 / 09.33
Meski tangan tak bisa saling berjabatan, muka tak saling bertatapan, semoga kata maaf masih bisa terucap. Met Idul Fitri 1429 H. Minal Aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin

ipul pmii, 01.10 / 09.46
Aku minta maaf atas segala keimutan, kejailan, dan keluguanku ya. Banyak kata, banyak bicara, tentunya banyak dosa juga. Met lebaran...

iiem , 01.10 / 09.50
Kata maap ga harus dengan kata-kata puitis..

Allohumma solli 'ala sayyidina muhammad

Kang ngaturaken sugeng riyadi, sedaya lepat iim, iim nyuwun pangapunten.. dingampura??

Ana kholifah, 01.10 / 12.43
Jika hati sebening kaca, hiasi dengan iman dan takwa. jika ada kebencian di hati, hapus dengan senyuman. Jika ada kesalahan dalam diri ni, mohon dimaafkan Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir batin y..

husnie , 01.10 / 16.30
Assalamkm. Kang dony, husni ngaturaken sugeng riyadi sedoyo lepat nyuwun agunging pangksm.

Arifin, 01.10 / 17.42
Luna maya, pasha ungu, Ariel peter pan, BCL, Mulan jamilah, ridlo Slank, nirina zubir dan saya sendiri beserta segenap artis lainnya mengucapkan. Selamat hari raya Idul Fitri

Mei Fitriani, 01.10 / 18.24
Sebelum terlambat lidah berucap, sebelum jantung berhenti berdetak. Selama ada kesempatan tuk bertobat. Ku lantunkan maaf dengan ikhlas. Minal aidin wal faidzin . Mohon maaf lahir batin. F3 dan keluarga

Kang tarno , 01.10 / 23.12
Alloh hadirkan benci agar kita tahu arti cinta, Alloh hadirkan salah dan khilaf agar kita tahu arti maaf, maafin segala kesalahan dan kekhilafanku. Met hari raya Idul Fitri 1429 H.

Misbach , 02.10 / 13.42
Meminta maaf tidak menjadikan kita hina. Memberi maaf jangan membuat kita bangga. Saling memaafkan yang membuat kita mulia. Semoga jejak Ramadhan kita adalah takwa, Maaf lahir batin. Taqobalallohu minna wamingkum kullu wa antum bikhair. S'LAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H. Misbah dan keluarga

Deya , 02.10 / 14.57
Gema takbir berkumandang menyeruakan panggilan-panggilan kemenangan. Diri ini ini tak pernah luput dari salah dan dosa, untuk itu setulus hati ku mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin, Mohon maaf lahir batin

Tati, 02.10 / 19.41
Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 H. Mohon Maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Alloh SWT. Amien.
Dimulai dari 0 yach...-p

Eragon , 04.10 / 16.19
Met bada.. Ngampurane lair batin.. Era

Kang soleh , 04.10 / 21.51
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi, dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa, dalam lautan khilaf ada samudra maaf. Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir batin

Satu detik menjelang hari H

Ketika Bung Karno sering lawatan ke luar kota, untuk menyambutnya banyak anak kecil yang berbaris ditepi jalan sambil membawa bendera merah putih kecil yang dilambai-lambaikan. Tiba-tiba ada nenek tua di pinggir jalan terlihat sedang ngomong dengan seorang anak. "Nak, itu merdekanya jatuh". (Gus Dur)

Bulan Agustus sebentar lagi selesai. Tetapi kemeriahannya masih terasa di pojok-pojok kampung, perlombaan di perempatan juga belum menentukan juaranya. Puncak peringatan malam hari masih sering terdengar. Seluruh masyarakat tergerak dalam semangat yang sama. Kemerdekaan!

Dalam rangka memperingati kemerdekaan, seluruh elemen masyarakat bergerak. Bermacam acara diadakan. Dari mengecat tiang bendera yang sudah lumutan, Kerja bakti membersihkan jalan, sampai menjadi event organizer dadakan. Pesertanya dari anak-anak sampai bapak-bapak, dari remaja putri sampe mak-nya si putri. Semua bergerak.

Tapi bukan agustusan kalau tidak ada lomba-lomba. Setiap kampung punya jadwal tersendiri. Didalam satu desa, bisa terdapat beberapa titik lomba dengan bermacam menu lomba yang siap disajikan. Pentung air bisa menjadi primadona di satu dusun, tapi bisa juga tidak ada di dusun lain. Tidak ada kesepakatan pasti tentang waktu dan jenis lomba. Walaupun begitu, biasanya lomba-lombanya juga tidak terlalu beda. Masih disekitar balap karung, pentung air, makan kerupuk, dan panjat pinang. Meskipun yang terakhir sudah mulai jarang. Ada filosofi jelek yang terkandung didalamnya. Untuk mendapatkan hadiah, maka temen-temen lain diinjak-injak. Filosofi kapitalisme yang licik. Tapi ada satu yang sama di semua ritual itu. Yaitu tertawa...

Ya, tertawa. Bagi orang-orang kampung, merdeka adalah tertawa. Merdeka adalah saat dimana orang-orang itu dapat melepaskan rutinitas mereka. Dapat sedikit berhenti memikirkan kerja yang semakin berat. Dapat lepas dari tanggung jawab keluarga, walaupun sebentar. Atau dapat melepaskan kesusahan hidup, yang sehari-hari menjerat. Bahkan merdeka adalah menertawakan kenyataan yang lebih banyak tidak sesuai dengan yang diharapakan. Merdeka adalah tertawa, adalah menertawakan segala seuatu, termasuk diri sendiri.

Orang-orang kampung tidak begitu peduli dengan arti kata merdeka. Bagi mereka sama saja. Sejak Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, toh hidup masih sama saja. Merdeka tidak membuat pengangguran berkurang jumlahnya. Merdeka tidak membuat harga bahan-bahan pokok murah. Dan merdeka tidak membuat karyawan yang di PHK kembali bekerja. Atau tidak membuat harga BBM berhenti naik. Merdeka toh masih sama saja. Ketika merdeka sudah tidak punya arti, atau melenceng dari yang diharapkan maka yang dapat dilakukan hanyalah tertawa.

Dengan tertawa maka kita dapat menyelami misteri hidup. Demikian kata Romo Sindhu dalam tulisannya. Tapi tertawa bagi orang-orang kampung juga tidak dimaknai begitu berat. Tertawa adalah penghiburan. Tidak saja bagi orang lain, tapi bagi diri sendiri. Ketika kenyataan mengkhianati harapan manusia. Saat segala sesuatu ternyata berbeda dengan yang dicita-citakan. Maka tertawa menjadi obatnya. Tertawa membuat orang-orang berpikir bahwa hidup ternyata sama saja. Didalam kesusahan pun ternyata kita masih bisa tertawa. Didalam keseriusan pun ternyata terselip kelucuan. Pembatasan-pembatasan tersebut akhirnya luntur, hanya menjadi tertawaan orang-orang kampung.

Menertawakan kemerdekaan berarti juga menertawakan diri sendiri. Seperti masyarakat di Pandansari sebuah desa di bagian barat Banyumas. Kesusahan justru menjadi bahan tertawaan. Karena dekatnya dengan kesusahan, maka mereka justru dapat menertawakannya. Dalam Lomba Ngresulah atau lomba ngedumel (meratapi kesusahan), setiap peserta yang tampil dengan segala permasalahan hidupnya justru malah ditertawakan. Seperti ratapan Bawal, anak muda pengangguran yang ingin kawin tapi tidak punya pacar karena tidak punya pekerjaan. Bukannya penonton sedih, tapi malah tertawa keras-keras. Masyarakat seolah terbiasa dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan. Merdeka adalah kenyataan menerima kesusahan. Kesususahan diri mereka sendiri.

Karena itulah bulan Agustus dimaknai begitu berarti. Bulan Agustus adalah bulan dimana kita dapat menertawakan hidup, dapat menertawakan kemerdekaan, dapat menertawakan diri sendiri. Mungkin dengan tertawa maka pemahaman kita akan menjadi bertambah. Bertambah kaya, bertambah bijaksana, dan yang pasti bertambah semangat. Karena semua adalah tertawaan, hingga kita dapat mencapai puncaknya. Menertawakan tertawa. Sehingga didalam kesusahan pun tersimpan tertawaan. Dan ternyata kesusahan atau kesenangan adalah sama saja. Hidup tertawa.. hahaha......

Menertawakan Kemerdekaan